Bahasa Indonesia

Articles
Pada bulan Hari Perempuan Internasional, WRM meluncurkan kembali siniar Perempuan Pejuang Tanah, dengan cerita-cerita dari kelompok perempuan dari daerah pesisir Chiapas di Meksiko, Malen Chiefdom di Sierra Leone, dan daerah sungai Kapuas di Kalimantan Tengah di Indonesia. Meskipun pada awalnya, cerita-cerita mereka tampak sangat berbeda, kami menemukan ada banyak kesamaan dan hubungan yang kuat di antara mereka.
19 Março 2025
Declarations
Pernyataan ini dikeluarkan oleh perwakilan masyarakat dari Sungai Mekong di Thailand, Sungai Mentarang di Indonesia, dan dari Amerika Latin, yang berkumpul di Thailand pada bulan Februari 2025 untuk bertukar pengalaman dan memperkuat perjuangan mereka yang sedang berlangsung dalam melawan proyek bendungan yang merusak. Perjuangan ini tidak berdiri sendiri — perjuangan ini mewakili dan berdiri bersama puluhan perjuangan lain yang menentang proyek dan rencana bendungan skala besar di sepanjang sungai-sungai di wilayah Mekong, dari Tiongkok hingga Vietnam; di seluruh Indonesia, dari Papua hingga Sumatra; di seluruh Amerika Latin; dan di banyak belahan dunia lainnya.
12 Março 2025
Bulletin articles
Provinsi Kalimantan Timur adalah lokasi program REDD yurisdiksional pertama pemerintah Indonesia yang didukung oleh Bank Dunia. LSM konservasionis internasional, TNC dan WWF, memainkan peran kunci dalam persiapan dan pelaksanaan program tersebut. Di balik "kisah sukses" yang mereka kemukakan (1), program ini sebenarnya penuh dengan kontradiksi.
15 Dezembro 2024
Multimedia
Pada Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan Internasional, WRM merilis podcast, Perempuan Pejuang Tanah, yang kami produksi bersama dengan organisasi dan jaringan perempuan dari Meksiko, Sierra Leone, dan Indonesia.
25 Novembro 2024
Multimedia
Ini adalah episode ketiga dari Podcast "Perempuan Pejuang Tanah". Episode ini diproduksi oleh Solidaritas Perumpuan, dari Indonesia, dan World Rainforest Movement (WRM).
12 Novembro 2024
Bulletin articles
Artikel ini mengisahkan Podcast yang diluncurkan bersama Solidaritas Perumpuan, sebuah organisasi feminis dari Indonesia. Episode ini merupakan episode ketiga dalam seri “Perempuan Pejuang Tanah”, yang diproduksi oleh WRM bersama dengan organisasi-organisasi dari berbagai negara. Episode ini mengisahkan perlawanan perempuan terhadap perkebunan kelapa sawit, REDD, dan proyek skala besar untuk produksi pangan (Food Estate) di tiga desa di Kalimantan Tengah.
24 Outubro 2024
Bulletin articles
Seperti mengulang kembali sejarah penjajah Belanda di masa lalu, pemerintah, perusahaan, dan investor Indonesia selalu menganggap tanah Papua sebagai wilayah kosong tak berpenghuni yang luas, wilayah baru untuk ekstraksi dan meraup untung. Namun, tanah Papua bukanlah lahan kosong, melainkan rumah bagi ratusan Masyarakat Adat—termasuk di dalamnya perempuan dan laki-laki desa Kampung Bariat, yang berjuang untuk mempertahankan dan menjaga wilayah leluhur mereka bebas dari perkebunan kelapa sawit.
22 Agosto 2024
Action alerts
Anggota-anggota dari masyarakat adat, petani, komunitas tradisional dan keturunan Afrika di Amazon dan Amerika Tengah menyerukan organisasi dan gerakan sosial di seluruh dunia untuk mendukung surat penolakan proyek dan program karbon di wilayah mereka.
30 Julho 2024
Action alerts
Di bagian timur wilayah Amazon di Brasil, terbentang perkebunan sawit yang sangat luas. Warga mengeluh karena perusahaan minyak sawit telah merampas lahan yang luas. Mereka juga menuntut pengembalian tanah leluhurnya dan mendesak pemerintah untuk melindungi mereka dari kekerasan dan ancaman. Baca dan tandatangani petisi di sini.
6 Maio 2024
Articles
Pada tanggal 8 Maret ini, pada Hari Perempuan Internasional, kami ingin berbagi beberapa materi yang menyoroti peran penting feminisme dan perjuangan perempuan dalam mempertahankan hutan dan kehidupan.
8 Março 2024
Bulletin articles
Dengan menggunakan argumen “pembangunan berkelanjutan”, pemerintah di kawasan Amazon terus memberikan insentif bagi ekstraktivisme. Menghadapi hal ini, pemimpin adat Alessandra Munduruku mengutarakan pemikirannya: “Yang kami butuhkan adalah demarkasi wilayah adat. Sudahi pembicaraan tentang bioekonomi, tentang keberlanjutan, karena kekerasan terjadi di sini dan saat ini.”
27 Fevereiro 2024